/ 5
JOMBANG β Upaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian terus dilakukan Lapas Kelas IIB Jombang. Salah satunya melalui kegiatan perawatan panggung yang digunakan sebagai sarana kegiatan senam bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bidang meubel yang dilaksanakan dengan pendampingan langsung oleh petugas pembina.
Dalam kegiatan tersebut, WBP melakukan proses pengecatan menggunakan metode penyemprotan (spray painting) pada bagian panggung agar kembali layak digunakan. Selain menjaga kondisi sarana pembinaan tetap baik, kegiatan ini juga menjadi media praktik bagi WBP untuk mengasah keterampilan di bidang finishing meubel yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, petugas pembina memberikan arahan mengenai teknik pengecatan yang benar, penggunaan peralatan secara aman, serta pentingnya menghasilkan pekerjaan yang rapi dan berkualitas. Dengan demikian, WBP tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam bekerja.
Kalapas Jombang, Rino Soleh Sumitro, menyampaikan bahwa, "Pembinaan kemandirian seperti ini menjadi sarana bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan kerja sekaligus menjaga sarana pembinaan agar tetap layak digunakan. Bekal keterampilan ini diharapkan bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat." Ujarnya.
Lapas Jombang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Diharapkan WBP memiliki kompetensi kerja, rasa percaya diri, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.
Dalam kegiatan tersebut, WBP melakukan proses pengecatan menggunakan metode penyemprotan (spray painting) pada bagian panggung agar kembali layak digunakan. Selain menjaga kondisi sarana pembinaan tetap baik, kegiatan ini juga menjadi media praktik bagi WBP untuk mengasah keterampilan di bidang finishing meubel yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, petugas pembina memberikan arahan mengenai teknik pengecatan yang benar, penggunaan peralatan secara aman, serta pentingnya menghasilkan pekerjaan yang rapi dan berkualitas. Dengan demikian, WBP tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam bekerja.
Kalapas Jombang, Rino Soleh Sumitro, menyampaikan bahwa, "Pembinaan kemandirian seperti ini menjadi sarana bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan kerja sekaligus menjaga sarana pembinaan agar tetap layak digunakan. Bekal keterampilan ini diharapkan bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat." Ujarnya.
Lapas Jombang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Diharapkan WBP memiliki kompetensi kerja, rasa percaya diri, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.